Proses renovasi rumah tidak sesederhana yang Anda bayangkan. Ada beragam pertimbangan matang saat merencanakan sebuah kegiatan renovasi rumah. Beberapa pertimbangan tersebut biasanya akan berpengaruh terhadap anggaran biaya renovasi rumah yang dibutuhkan. Nah, agar Anda bisa melakukan renovasi rumah secara efisien dan lancar, berikut ini merupakan beberapa tips yang bisa dijalankan.
1) Buat Rencana Biaya Renovasi Rumah di Awal
Tips pertama agar renovasi rumah sesuai dengan anggaran yang dimiliki adalah dengan membuat rencana biaya renovasi. Rencana ini bisa Anda buat sendiri maupun berkonsultasi dengan penyedia layanan renovasi seperti kontraktor. Ketahui lebih awal kebutuhan renovasi rumah, agar biaya lebih mudah untuk direncanakan.
Contohnya, jika Anda memiliki dana terbatas namun daerah dapur rumah Anda sudah butuh untuk dilakukan renovasi akibat kebocoran air yang mengakibatkan tampilan dapur Anda menjadi kotor, maka tidak ada salahnya untuk hanya melakukan melakukan perbaikan talangan air dan renovasi di bagian dapur saja. Solusi ini tentunya akan membantu mengurangi biaya renovasi dibandingkan merenovasi keseluruhan dapur. Inilah pentingnya mengapa Anda perlu membuat rencana renovasi rumah sedari awal.
2) Cermat Buat Anggaran Renovasi Rumah
Selain merancang desain rumah, jasa renovasi rumah juga bisa membantu Anda menghitung biaya renovasi rumah. Jika perlu, sebelum memutuskan menggunakan jasa renovasi rumah, minta mereka melakukan penghitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Kontraktor yang baik akan bisa memberi gambaran jelas dan memperhitungkan secara detail panduan renovasi rumah untuk Anda.
Pertama, RAB diperlukan untuk pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Memang menurut Perda No. 7/1991 Pasal 17 ayat 2, pembangunan atau renovasi rumah yang kurang dari 12 meter persegi tidak perlu menggunakan IMB. Tapi lebih dari itu, tanpa IMB, bisa-bisa Anda terkena denda atau pembangunan rumah dihentikan. IMB pada akhirnya diperlukan dalam pengurusan Pajak Bumi dan Bangunan.
Kedua, dengan memiliki rencana yang detail Anda bisa mengetahui biaya yang sesungguhnya dibutuhkan. Hal ini akan menghindarkan Anda dari penipuan dan menumbuhkan rasa saling percaya antara pemilik rumah dengan kontraktor/ tukang yang melakukan renovasi.

Tip Rumah
Ingat, Rencana Anggaran Belanja atau RAB adalah hal yang sangat krusial saat akan merenovasi rumah.
3) Manfaatkan Pembiayaan Renovasi Rumah
Desain sudah siap, anggaran sudah dihitung, kini tinggal memikirkan sumber biaya untuk mewujudkan renovasi yang Anda inginkan. Secara garis besar, ada dua sumber yang bisa Anda gunakan, dana simpanan dan dana pinjaman.
Meminjam uang di bank bisa jadi pilihan bijak, tentu saja tiap bank memiliki kelebihan tersendiri dan persyaratan yang harus dipenuhi. BTN misalnya, memiliki produk KAR BTN atau Kredit Agunan Rumah yang dapat digunakan untuk renovasi dengan menjaminkan rumah/ruko/apartemen Anda.
Bank BCA memiliki produk KPR atau Kredit Kepemilikan Rumah yang juga dapat digunakan untuk merenovasi rumah.
Bank BNI memiliki produk BNI Griya yang bisa digunakan untuk kebutuhan konsumtif, salah satunya renovasi rumah. Bank Syariah Mandiri juga memiliki layanan impan berupa produk pembiayaan multiguna untuk membantu memenuhi kebutuhan Anda termasuk pembiayaan renovasi rumah.
Hal yang perlu Anda pertimbangkan dalam mencari kredit renovasi rumah antara lain jumlah pinjaman maksimal, suka bunga, fleksibilitas jangka waktu pembayaran dan asuransi yang menyertai. Di sisi lain, perhatikan juga persyaratan yang diberikan bank seperti batas usia minimal dan maksimal, status pekerjaan, jumlah penghasilan minimal, NPWP pribadi.
4) Gunakan Material Bekas
Menggunakan material bekas bisa menjadi pilihan murah untuk menghemat biaya renovasi rumah Anda. Bahan material bekas umumnya dibedakan menjadi dua jenis, yakni yang bisa digunakan kembali (reuse), dan bahan lainnya yang bisa didaur ulang (recycle).
Material yang bisa digunakan kembali misalnya kaca, pagar, genteng, kayu, hingga kusen pintu. Sementara itu, material lain yang bisa didaur ulang diantaranya batu-bata dan keramik. Anda bisa mendapatkan bahan-bahan ini di rumah anda sendiri jika masih bisa dipakai, toko-toko bahan bangunan atau juga tersedia online.
Jangan lupa untuk memastikan material bahan yang Anda gunakan masih dalam kualitas yang baik untuk dipakai dalam jangka waktu beberapa tahun ke depan.
5) Renovasi ke Rumah Minimalis
Bagaimana kalau Anda ingin mengubah konsep rumah menjadi minimalis? Renovasi rumah minimalis bisa jadi lebih hemat atau lebih mahal, tergantung desain bangunannya. Harus dipertimbangkan apakah lantai semen ekspos yang biasa digunakan pada gaya minimalis akan lebih hemat biaya ketimbang menggunakan ubin keramik. Apakah jendela besar lebih murah material dan biaya pemasangannya ketimbang dinding tanpa jendela?
Jika Anda ingin merenovasi rumah dengan material standar, dengan menggunakan jasa kontraktor, hitungan dasarnya tergantung lokasi Anda tinggal. Di kota besar, hitungannya kini sekitar Rp3.000.000 per meter persegi.
Apapun gaya rumah yang ingin Anda dapatkan lewat renovasi, diskusikan dengan kontraktor. Jangan lupa untuk mempertimbangkan kondisi lingkungan dan kebutuhan penghuni rumah, apakah bisa menerima desain baru yang akan Anda wujudkan.
6) Memilih Tren Desain yang Panjang
Mau berhemat untuk beberapa tahun ke depan? Maka pilihlah merenovasi rumah dengan tren yang akan datang untuk jangka panjang. Renovasi rumah untuk jangka panjang walaupun akan memakan biaya sangat mahal di awal dipastikan tidak akan membuat kantong Anda jebol dalam beberapa tahun kemudian.
Dengan merenovasi rumah jangka panjang, Anda hanya perlu sesekali memberi perabotan rumah atau mengganti desain tata interior dalam rumah Anda untuk menyegarkan suasana. Dengan memutuskan untuk merenovasi rumah untuk durasi yang lama, ketahanan rumah akan semakin terjamin, juga tampilannya akan tetap menarik meski tahun demi tahun telah berlalu.
Panduan renovasi rumah ini membuat Anda makin mantap mempercantik rumah? Cari juga info tambahan seputar tips hunian dan apartemen di Rumah.com. Tak jadi merenovasi dan memilih untuk membeli rumah jadi? Anda bisa menemukannya di Properti Baru.
7) Hindari Perubahan dan Konsisten pada Rencana di Awal
Konsistensi adalah kunci untuk menjaga biaya renovasi rumah tetap terkendali. Selalu awasi dan evaluasi proses renovasi telah berjalan sesuai rencana dengan mempertimbangkan estimasi waktu pengerjaan, material bangunan yang digunakan, hingga kesesuaian desain renovasi yang menjadi acuan.
Sangat dianjurkan untuk tidak melakukan perubahan desain awal renovasi rumah. Hal ini dikarenakan akan mengganggu fokus pekerjaan renovasi yang sedang berlangsung. Apabila terdapat perubahan di tengah proses renovasi, tentunya akan mengulang proses awal seperti mempertimbangkan biaya lain yang dibutuhkan hingga estimasi pembangunan yang dibutuhkan.
8) Jual Furniture yang Tidak Digunakan
Ada kalanya setelah rumah direnovasi, ada beberapa furnitur yang tidak lagi cocok dan selaras dengan tema rumah baru Anda. Jika dirasa sudah tidak sesuai, jangan memaksakan untuk menyimpannya. Solusi terbaik, Anda bisa menjual furniture yang sudah tidak digunakan lagi. Uang hasil menjual furniture lama, bisa Anda gunakan untuk membeli furniture baru yang sesuai dengan tema rumah baru Anda.
Nah, itulah beberapa tips untuk mengestimasi biaya renovasi rumah yang dibutuhkan. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat bagi Anda yang sedang berencana untuk merenovasi rumah.