Kamis, 16 Desember 2021

daftarkan diri anda dan tim kami akan mengatur jadwal

daftarkan diri anda dan tim kami akan mengatur jadwal

Tanpa komitmen apapun diawal, daftarkan diri anda dan tim kami akan mengatur jadwal 45 menit konsultasi dan atau survey, gratis!! Jika anda masih ragu silahkan chat kami terlebih dahulu melalui whatsapp.

HUBUNGI VIA WHATSAPP

Kamis, 20 April 2017

Metode penjangkaran

Metode penjangkaran



Penjangkaran sebuah kapal pontoon membutuhkan jangkar yang baik serta sedikit keterampilan. Sebuah kapal pontoon tidak memberikan banyak tantangan seperti perpindahan besar dari hull area selama penjangkaran, dikarenakan kontak dengan air yang hanya sedikit. Hal ini menyebabkan manuver yang lebih besar selama proses penjangkaran dan kurangnya kerentanan terhadap efek dari arus pada saat penjangkaran. Perencanaan area hull kecil ini juga berarti, ketika angin dapat mempengaruhi kapal pontoon anda bagaimanapun caranya, kapal pontoon anda dapat dibilang dapat ditarik bebas dari jangkarnya.

Langkah-langkah untuk menjangkarkan kapal pontoon :

-Tarik kapal pontoon anda ke posisi yang anda inginkan untuk dijangkar. capai titik tersebut dengan kecepatan rendah, bergerak ke arah gelombang ataupun angin yang manapun yang lebih kuat, sehingga anda dapat memaksimalkan kontrol.

-Pergi ke bagian haluan kapal pontoon dan turunkan jangkar sehingga menyentuh bagian bawah. Lanjutkan untuk mengulur jangkar sampai anda telah merilis sebuah panjang garis jangkar sama panjang 5 sampai 7 kali kedalaman air pada posisi anda.

-Ikat jangkar ke bukaan dek, jangan pernah ikat ke pegangan tangan

-Biarkan kapal pontoon anda mundur mengikuti aliran air sampai kapal berhenti dengan sendirinya. Pindahkan mesin ke gigi mundur dan tarik jangkar untuk memastikan bahwa jangkar telah terkait atau berada tetap di dasar/ bawah.

Perlengkapan jangkar dan alat tambat

Perlengkapan jangkar dan alat tambat merupakan bagian dari perlengkapan kapal yang sangat penting. Perlengkapan ini dipasang dikapal untuk kebutuhan operasi pada saat kapal berlabuh di daerah perairan ataupun pada saat sandar di pelabuhan.

Ketentuan pemasangan perlengkapan tersebut diatur dalam peraturan klasifikasi (classification rules and regulation) seperti BKI (Indonesia), Bureau Veritas (France), American Bureau of Shipping (USA), Llyod Register (Inggris), Det Norske Veritas (Norwegia), Germanischer Llyod (German), kecuali BKI klasifikasi yang tersebut diatas merupakan anggota IACS (International Association Classification Society) badan klarifikasi dunia. Selain peraturan klasifikasi, ketentuan mengenai pemasangan alat tersebut juga dipersyaratkan dalam peraturan SOLAS (Safety of Life at Sea) peraturan yang mengatur persyaratan perlengkapan kapal untuk keselamatan di kapal.

 Kedua peraturan tersebut dijadikan acuan dalam pembuatan desain perlengkapan termasuk penentuan jumlah dan berat jangkar., panjang dan ukuran rantai jangkar serta mekanisme mesin jangkar dan kapasitasnya. Sehingga pihak pembuat akan menyiapkan seluruh konstruksi peralatan tersebut untuk kegunaan pemakaian di laut/ dikapal (marine use) dengan kata lain material yang digunakan di sesuaikan dengan cuaca di laut.

Jangkar kapal

Jangkar merupakan alat labuh yang mempunyai bentuk dan berat khusus yang akan diturunkan ke kedalaman air sampai dengan dasar. sehingga pada saat jangkar diturunkan maka kapal sangat terbatas pergerakanya dengan posisi jangkar dan panjang rantai yang diturunkan., hal ini untuk menahan supaya kapal tidak bergerak dan tetap dalam posisinya, gerakan kapan diakibatkan oleh :

1. Dorongan akibat arus air di bagian bawah garis air kapal
2.Dorongan angin terhadap bagian kapal diatas garis air
3.Dorongan akibat pergerakan pitching dan rolling karena gelombang

Kamis, 13 April 2017

Peralatan untuk memosisikan

Peralatan untuk memosisikan


Memosisikan adalah salaha satu tugas dari seorang barge master, seorang pekerja konstruksi bangunan air harus dapat membantu sang barge master tersebut. Memosisikan dalam pekerjaan bangunan konstruksi air terdiri dari :

- Memosisikan barge/ pontoon pada titik yang tepat
- Memosisikan obyek konstruksi seperti patok, pancang pada titik yang tepat

lokasi yang dibutuhkan ditentukan berdasarkan data surveyor yang didapat dari peralatan geodesi . Peralatan yang digunakan untuk memosisikan :

- Kompas, menentukan arah pelayaran dari sebuah barge/ pontoon
- Pencatat kecepetan dan jarak, menunjukan kecepatan dari sebuah barge/ pontoon dan jarak yang sudah ditempuh
- Echo souder, menunjukan kedalaman air dari barge/ pontoon
- GPS, menunjukan posisi barge/ pontoon pada peta laut

1. KOMPAS
Kompas adalah sebuah alat navigasi yan dapat mengukur da menunjukan arah dalam sebuah rangka acuan yang menunjukan arah empat mata angin ( utara, selatan, timur, dan barat ) arah yang berada di anatranya juga ditunjukan. pada umumnya, diagram tersebut dinamakan dengan kompas mawar yang menunjukan arah-arah ( dengan nama arah yang biasanya disingkat dengan inisial ) tertera pada kompas. Ketika kompas digunakan, diagram tersebut akan sesuai dengan arah nyatanya dalam rangka acuan, misalnya tanda "N" pada diagram ( menunjukan North atau Utara ) dan memang benar mengarah ke utara.

Terkadang sebagai tambahan dari diagram atau bahkan sebagai pengganti dari diagram, penanda sudut dalam derajatlah yang tertera pada kompas. Utara ditunjukan sebagai  "0" derajat dan sudut akan bertambah searah jarum jam, sehingga timur adalah "90" derajat, selatan "180" dan barat adalah "270" derajat. Angka-angka tersebut merupakan cara agar kompas dapat memperlihatkan posisi azimuth (notasi sudut horizontal dalam derajat), yang biasanya disebutkan dalam notasi. Dibandingkan dengan kompas magnetik, untuk saat ini penggunaan kompas elektronik lebih umum dan banyak digunakan. mereka memiliki sensor yang dapat mengukur arah dari magnetik bumi.

Kompas elektronik
2. PENGUKUR KECEPATAN DAN JARAK

Pengukur kecepatan dan jarak elektronik menggunakan roda pedal sebagai sensor. Roda pedal tersebut dipasang sepanjag hull dari kapal/ barge/ pontoon, dibawah garis air, biasanya pada bagian depan dimana aliran airnya halus. Alat ini berprilaku seperti spedometer dan mileometer (odometer) pada sebuah mobil. Pinggiran dari roda tersebut mengandung magnet kecil dan dengan setiap rotasinya berlaku pada sensor untuk mengukur kecepatan dan jarak. Bahkan ketika barge/ pontoon tidak bergerak pun pengukur kecepatan akan mengukur kecepatan virtual dikarenakan arus air.

Pengukur kecepatan dan jarak elektronik bisa jadi sangat akurat, namun harus di cek secara berkala untuk sumbatan dari rumput laut atau obyek lain yang mungkin menjadi penghalang. Kegiatan termasuk memisahkan ini juga tabung pengukur dari bagian hull kapal dan dengan cepat memberhentikan aliran resultan dari air. Sebuah pengukur bacaan di bagian bawah berbahaya ketika barge/ pontoon mungkin sduah berjalan lebih jauh dari yang diindikasikan dan jauh dari perairan aman.  

3. ECHO SOUNDING


Echo ssounding digunakan untuk mengukur kedalam dari air, misalnya dari dasar laut. Banyak kapal/ pontoon yang memiliki echo sounding untuk navigasi, namun echo sounding juga digunakan untuk tujuan lainya misalnya memperoleh data dari mapping atas dasar laut dan juga untuk menemukan ikan. Echo sounding menggunakan getaran suara untuk mendapatkan kedalaman dari air. Interval dari emisi getaran yang diterima dari gema yang dipantulkan akan tercatat, dan kedalaman akan dikalkulasikan dari kecepatan yang diketahui dari suara yang merambat dalam air. 

Prinsip kerja echo sounding bekerja dengan memancarkan getaran suara dan mendengarkan getaran yang kembali. Alat ini akan merubah energi listrik yang datang dari echo sounding menjadi sinyal sonar. Sebuah getran listrik pendek bertegangan tinggi diterjemahkan menjadi getaran akustik yang akan diluncurkan ke dasar laut, kembali, dan diterima oleh alat konversi ini dan diubah kembali menjadi getaran listrik yang akan menunjukan kedalaman dan tampak pada tampilan layar. Alat transducer ini diletakan di bagian luar kapal didalam air.

Karena kecepatan suara daam air berada di kisaran 1500 meter per detik, echo sounding ini dapat mengkalkulasikan kedalaman laut yaitu setengah dari waktu yang dibutuhkan getaran untuk kembali, dan memperhitungkan kecepatan suara yang didapat untuk mengetahui sejauh apa jarak yang ditempuh suara tersebut untuk mencapai dasar laut.

Transducer ini mengirimkan getaran akustik pada frekuensi yang diketahui. Untuk pengoperasian memosisikan dan surveying di darat, sebuah alat transducer 200 kHz digunakan, dapat mencapai kedalaman 100 m. Semakin dalam air, semakin rendah frekuensi dari transducer sebagai sinyal akustik karena frekuensi yang lebih rendah lebih tidak  rentan dari gangguan lain di kolom air. Frekuensi yang biasa digunakan untuk pengukuran kedalaman air adalah 33 kHz dan 24 kHz.

Mengoperasikan echo sounder ada banyak variasi echo sounder. mulai dari sounder yang sangat sederhana hingga yang benar-benar terintegrasi dan rumit yang biasa digunakan untuk penelitian ilmiah.

4.GPS


GPS merupakan singkatan dari Global Positioning System. Sebuah jaringan dari 24 satelit yang mengorbit pada bumi 2x dalam sehari, mengirimkan sinyal kembali ke bumi. Sebuah GPS akan mengunci posisi berdasrkan sinyal dari tiga atau lebih satelit untuk menentukan lokasi. metode tersubut dinamakan trilaterasi. GPS akan mengkalkulasikan perbedaan antara waktu dari satelit mengirimkan sinyal dan waktu ketika sistem yang kita miliki menerima sinyal tersebut. Dengan menggunakan informasi yang di dapat dari beberapa sinyal, alat penerima GPS akan melakukan triangulasi dari posisi tepat anda. Hasil yang ditunjukan oleh GPS sangatlah akurat, kebanyakan galat hanya rentang 15m.

Memosisikan barge melibatkan kegiatan  navigasi. Anda perlu megetahui kondisi terakhir dari sebuah barge, bagaimana cara mencapai posisi tertentu (tujuan) dan memastikan bahwa barge benar-benar mencapai posisi titik tersbut. Secara historis navigasi terutama pada bagian yang tidak tampak dari darat membutuhkan banyak keahlian. Berdasarkan titik mula dari dead reckoning (sebuah perhitungan yang didasarkan pada kecepatan, waktu, dan arah) atau bacaan sextant anda dapat mencari arah dari barge (dengan menggunakan kompas) dan kecepatan ( dengan menggunakan alat pengukur) untuk terus mengetahui posisi barge. Saat ini entah bagaimana kebanyakan pekerja di laut menggunakan GPS shartplotter sebagai alat bantu navigasi. Dengan menggunakan sistem GPS modern ini, dimana alat penerima yang dipasang pada mengartikan sinyal dari satelit GPS kita dapat mengetahui posisi kita secara tepat dalam hitungan meter. Sebuah GPS chartplotter adalah sebuah alat perangkat elektronik yang dapat menunjukan atau memplot posisi barge dalam peta laut, sehingga anda dapat melihat dimana posisi dari acuan-acuan seperti titik bahaya, titik di darat dan benda lainya yang ditunjukan pada peta. Alat ini juga menjalankan software yang bisa membantu anda melakukan pekerjaan navigasi yang lainya.

Prinsip dasar dari sebuah GPS plotter termasuk yang ditunjukan diatas menggunakan sebuah software yang dapat memplot grafik. Beberapa unit GPS juga dikategorikan sebagai plotter, apabila alat tersebut dapat menunjukan posisi dari kapal pada grafik yang tergambar di layar. Sebuah unit GPS yang hanya memperlihatkan posisi dalam longitude dan latitude bukan merupakan plotter. Untuk semua plotter, prinsip dasarnya sama :

- Layar akanmenunjukan grafik nautika/ peta laut. Grafik tersebut bisa merupakan representasi dari grafik/ peta yang awalnya berupa hardcopy/ tergambar di atas kertas (disebut juga raster chart) atau bisa juga berupa representasi grafis dalam sebuah format unik pada software (disebut juga grafik vektor). Plotter yang lebih canggih dapat menyuguhkan informasi yang lebih lengkap pada layarnya seperti padangan fotografis, kontur bawah laut, cakupan radar, dll

-Posisi presisi dari barge akan ditunjukan secara faktual dan aktual pada grafik. Plotter dapat menunjukan barge sebagai sebuah titik , lingkaran, atau simbol lainya. Banyak plotter yang menunjukan kemana arah barge bergerak dengan tanda panah atau indikator grafis lainya yang berhubungan dengan simbol dari barge. Dalam beberapa program, kecepatan dari barge juga dapat di indikasikan secara grafis, misalnya ditunjukan dengan panjang dari tanda panah.

-Waypoint / titik arah adalah titik tujuan spesifik yan di inginkan oleh pengguna yang ditunjukan pada grafik. Barge master memasukan titik-titik tersebut dengan berbagai cara, misal dengan memasukan titik longitude dan latitude atau dengan memindahkan kursor pada titik spesifik dan mengklik posisi tersebut. Simbol khusus akan terlihat pada titik tersebut, disebut dengan waypoint/ titik arah pada grafik. Sebagai contoh, anda dapat memasukan titik arah pada posisi yang dibutuhkan oleh barge, apabila anda dapat membuat garis lurus untuk mencapainya    

Kamis, 18 September 2014

Pilling work (pekerjaan pemancangan)

Pilling work (pekerjaan pemancangan)

Pondasi tiang pancang merupakan bagian dari konstruksi yang dibuat dari kayu, beton, dan baja yang digunakan untuk mentransmisikan beban-beban permukaan ke tingkat-tingkat pemukaan yang lebih rendah dalam masa tanah. dimana pondasi tiang pancang ini digunakan unuk mendukung bangunan bila lapisan tanah kuat terletak sangat dalam. hal ini merupakan distribusi vertikal dari beban sepanjang poros tiang pancang atau pemakaian beban secara langsung terhadap lapisan yang lebih rendah melalui ujung tiang pancang.

tiang pancang ini semata-mata hanya dari segi kemudahan karena semua tiang pancang berfungsi sebagai kombinasi tahanan samping dan dukungan ujung kecuali bila tiang pancang menembus tanah yang sangat lembek sampai kedasar padat.

tiang pancang umumnya digunakan untuk beberapa maksud yaitu :

1.untuk meneruskan beban bangunan yang terletak diatas air atau tanah lunak ke tanah pendukung yang kuat

2.untuk meneruskan beban ke tanah yang relatif kuat untuk sampai kedalaman tertentu sehingga pondasi bangunan mampu memberikan dukungan yang cukup untk mendukung beban tersebut oleh gesekan sisi tiang dengan tanah disekitarnya

3.untuk mengangker bangunan yang dipengaruhi oleh gaya angkat ke atas akibat tekanan hidrostatis atau momen penggulingan

4.untuk menahan gaya-gaya horizontal dan gaya yang arahnya miring

5.untuk memadatkan tanah pasir, sehingga kapasitas dukung tanah tersebut bertambah

6.untuk mendukung pondasi bangunan yang permukaan tanahnya mudah tergerus air

Senin, 02 Juni 2014

Besaran pokok dan besaran turunan

Besaran pokok dan besaran turunan

Besaran pokok adalah besaran yang ditentukan lebih dulu berdasarkan kesepakatan para ahli, besaran pokok mempunyai ciri khusus diperoleh dari pengukuran langsung dan mempunyai satu satuan. besaran pokok yang paling umum ada 7 macam :

1.panjang (m)
2.massa (kg)
3.waktu (s)
4.kuat arus listrik (A)
5.intensitas cahaya (cd)
6.jumlah zat (mol)
7.suhu(K)

Besaran turunan  adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok, besaran turunan mempunyai ciri khusus diperoleh dari pengukuran langsung dan tidak langsung dan mempunyai lebih dari satu satuan.

Besaran berdasarkan arah terdiri dari 2 macam

1.besaran vektor : besaran yang mempunyai nilai dan arah
2.besaran skalar : besaran yang hanya mempunyai nilai saja

contoh :

besaran vektor :                        besaran skalar :
1.perpindahan                           1.jarak
2.kecepatan                               2.laju
3.percepatan                              3.kekuatan
4.gaya                                        4.waktu
5.momentum                             5.volume
6.kuat medan magnet                 6.usaha
7.torsi                                         7.massa

Sabtu, 26 Januari 2013

Macam dan Jenis Pondasi

Macam dan Jenis Pondasi

A. Pondasi Batu Kali

Adalah pondasi yang dibuat dengan bahan dasar batu kali yang disusun sedemikian rupa. sehingga dapat menahan berat bangunan yang ada di atasnya dan meneruskan ke tanah









B. Pondasi Batu Bata

Adalah pondasi yang dibuat dengan bahan dasar batu yang disusun  sedemikian rupa, sehingga dapat menahan berat bangunan yang ada di atasnya danmeneruskanya ke tanah





C. Pondasi Telapak/ Footplat

pondasi telapak berbentuk seperti telapak kaki seperti gambar disamping, pondasi setempat gunanya untuk mendukung kolom baik untuk rumah satu lantai maupun dua lantai, jadi pondasi ini diletakan tepat pada kolom bangunan, pondasi ini terbuat dari beton bertulang, dasar pondasi telapak bisa berbentuk persegipanjang/ persegi









D. Pondasi Umpak

pondasi umpak dijumpai pada rumah kayu, rumah-rumah adat, atau rumah jaman dulu










E. Pondasi Rakit

Bila dikedalaman dangkal ditemui tanah yang lunak untuk diletakan pondasi , maka solusinya bisa menggunakan pondasi rakit, selain itu pondasi ini juga berguna untuk mendukung kolom-kolom yang jaraknya terlalu berdekatan tidak mungkin untuk dipasangi telapak satu persatu , solusi dijadikan satu kekuatan. pondasi rakit sejatinya adalah plat beton bertulang



F. Pondasi Sumuran

pondasi untuk kedalaman tanah keras 2-6 meter dibawah permukaan tanah . pondasi sumuran mempunyai bis beton berdiameter 60, 100, 120, atau 150 cm. biasanya di bor /dikerjakan dengan bor jatuh sebab di dalamnya tidak dapat digali. jarak antar pondasi sumuran adalah 4-7 meter









G. Pondasi Dalam

yaitu pondasi yang digunakan pada kondisi tanah stabil lebih dari kedalaman 3 meter. pondasi dalam membutuhkan pengeboran dalam karena lapisan tanah yang baik ada di kedalaman , biasanya digunakan oleh bangunan besar, jembatan, struktur lepas pantai , dsb

Jenis pondasi dalam :


  1. Pondasi Tiang pancang (beton, besi, pipa, baja)
  2. Pondasi Borpile

Kamis, 24 Januari 2013

Sambungan Kayu Memanjang

Sambungan Kayu Memanjang

A.SAMBUNGAN BIBIR LURUS

Digunakan bila seluruh batang dipikul, umpamanya balok tembok. Pada sambungan ini kayunya sangat diperlemah karena masing-masing bagian ditakik separuh kayu. Ketetapan kedudukan dicapai dengan memaku dengan paku usuk miring dan dianker dengan baut anker Ø10 mm dalam tembok yang dipasang dengan spesi 1 bag. Semen Portland dan 2 bag. Pasir

B.SAMBUNGAN KAIT LURUS

Sambungan kait lurus ini digunakan bila diharapkan aka nada gaya tarik yang timbul. Gaya tarik diterima oleh bidang kait tegak sebesar L x 1/5 T x ð tk ( tegangan tekan yang diizinkan pada kayu/serabut) dan oleh bidang geser mendatar sebesar L x 1/4 T x ð gs ( tegangan geser yang diizinkan pada kayu)

C.SAMBUNGAN BIBIR MIRING

Sambungan bibir miring digunakan untuk menyambung gording pada jarak 2,50 m atau 3,50 m dipikul oleh kuda-kuda. Mudah diketahui bahwa sambungan tidak ditengah-tengah antara dua pemikul. Demikian juga tidak boleh dipasang di atas kuda-kuda dan tepat di atas kuda-kuda, karena gording sudah diperlemah dengan takikan pada kuda-kuda dan tepat di atas kaki kuda-kuda gording menerima momen negatif yang dapat merusak sambungan. Jadi sambungan ditempatkan pada peralihan momen positif ke momen negatif besarnya = 0. Penempatan sambungan pada jarak ± 10 cm dari kuda-kuda. Letak bibir pemikul yang harus didekat kuda-kuda, bukan bibir penutup

D.SAMBUNGAN KAIT MIRING

Sambungan ini seperti pada sambungan bibir miring diterapkan pada gording yang terletak 5 atau 10 cm dari kaki kuda-kuda yang berjarak 2,50 atau 3,50 m. Gaya tarik yang mungkin timbul, diterima oleh bidang geser saja sebesar B x a x ð gs (tegangan geser yang diizinkan pada kayu), sedang a = garis datar ujung kait di tengah

E.SAMBUNGAN KUNCI SESISI

Sambungan kunci ini digunakan pada konstruksi kuda-kuda untuk menyambung kaki kuda-kuda maupun balok tarik. Kedua ujung balok yang disambung harus saling mendesak rata. Dalam perhitungan kekokohan bantuan baut tidak diperhitungkan. Ketahanan tarik dihitung :

1.Dengan tahan tarik pada penampang bagian batang yang ditakik yaitu (T-a) x L x ð te (ð tr = tegangan tarik yang diizinkan pada kayu. Untuk kayu jati ð tr = 100 kg/cm2)

2.Daya tahan tekan dari kait sebesar a x L x ð tk, ð tk untuk kayu jati = 100 kg/cm2
3.Daya tahan geser dari kait sebesar b x L x ð gs, ð gs jati = 20 kg/cm2

Dari ketiga hasil daya tahan tersebut diatas diambil yang terkecil, itulah daya tahan batang tarik. Pengaruh baut-baut tidak dihitung, hanya untuk menjepit. Pada umumnya panjang kunci 100 cm dan panjang takikan 25 cm, dalam takikian 2 cm. Jika tepat pada kedua ujung batang dihubungkan dengan sebuah batang makelar, memerlukan lobang untuk pen, yang berguna untuk penjagaan menyimpangnya batang. Sudah barang tentu bila terdapat lubang untuk pen, disitulah bagian tarik yang terlemah.

contoh gambar :












SAMBUNGAN BIBIR LURUS


               








SAMBUNGAN KAIT LURUS














SAMBUNGAN BIBIR MIRING














SAMBUNGAN BIBIR MIRING BERKAIT

Kamis, 17 Januari 2013

Prosedur Pengukuran Metode Barometer

Prosedur Pengukuran Metode Barometer



Ada beberapa metode pengukuran yang dapat dilakukan, namun disini kita akan bahas dua metode, yaitu:
  • metode pengukuran tunggal (single observation)
  • metode pengukuran simultan (simultaneous observation)

1. Pengukuran tunggal

Misalkan titik - titik A, B, C, D akan ditentukan beda - beda tingginya. Alat ukur yang digunakan satu alat barometer dan satu alat thermometer.









Misal titik A telah diketahui tingginya.
  • Pertama sekali catat tekanan dan temperatur udara di A.
  • Kemudian kita berjalan menuju titik B, C, D dan kemudian kembali ke C, B, dan A. Pada titik-titik yang dilalui tadi (B, C, D, C, B, A) kita catat pula tekanan dan temperatur udaranya.
  • Dengan pencatatan besaranbesaran tekanan dan temperatur di setiap titik, dengan rumus 8 dapat dihitung beda-beda tingginya.
  • Dan dari ketinggian A dapat dihitung ketinggian B, C, dan D
Dalam keadaan atmosfir yang sama idealnya pencatatan di setiap titik dilakukan, namun pada pengukuran tunggal hal ini tidak mungkin dilakukan. Sehingga pencatatan mengandung kesalahan akibat perubahan kondisi atmosfir.

2. Pengukuran simultan

Pada metode simultan, pencatatan tekanan dan temperatur udara di dua titik yang ditentukan beda tingginya dilakukan pada saat  bersamaan.Maksudnya untuk mengeliminir kesalahan karena perubahan kondisi atmosfir. Alat barometer dan thermometer yang digunakan adalah dua buah. Barometer dan thermometer pertama ditempatkan di titik yang diketahui tingginya sedangkan yang lain dibawa ke titik - titik yang akan diukur.
Prosedur pengukuran:
  • Buat jadwal waktu penacatatan. Misalkan t0, t1, t2, t3, t4, t5, t6.
  • Alat - alat pertama (I) ditempatkan di A, dan alat-alat kedua (II) berjalan dari A-B-C-D-C-B-A.
  1. Pada pukul t0, catat tekanan dan temperatur di A (I) dan A (II)
  2. Pada pukul t1, catat tekanan dan temperatur di A (I) dan B (II)
  3. Pada pukul t2, catat tekanan dan temperatur di A (I) dan C (II)
  4. Pada pukul t3, catat tekanan dan temperatur di A (I) dan D (II)
  5. Pada pukul t4, catat tekanan dan temperatur di A (I) dan D (II)
  6. Pada pukul t5, catat tekanan dan temperatur di A (I) dan C (II)
  7. Pada pukul t6, catat tekanan dan temperatur di A (I) dan B (II)
  8. Pada pukul t7, catat tekanan dan temperatur di A (I) dan A (II)












  • Dari pencatatan di A dan titik-titik lain dapat ditentukan beda tinggi terhadap A. Dengan demikian beda tinggi antara dua titik yang berdekatan dapat diketahui.


















Apabila dimisalkan untuk tinggi H = 0, tekanannya adalah p = 739 mmHg  maka rumus umum untuk menghitung tinggi adalah:
Hi = (18402.6) (1 + 0.003663 t) log ( i p 739 )
                                                          pi
Rumus berikut ini, akan memberikan hasil h yang lebih baik, karena harga g yang digunakan disesuaikan dengan ketinggian dan lintang tempat pengamatan. Sedangkan pada rumus 8 harga g yang digunakan adalah harga g pada ketinggian nol dan lintang 450








Dimana:
2H = H1+H2 (harga pendekatan)
R = jari-jari bumi (􀁼 6370 km)
􀁍 = lintang tempat pengamatan rata-rata = ½ (􀁍1 +􀁍2 )
􀁅 = 2.64399 x 10-3