Senin, 02 Juni 2014

Besaran pokok dan besaran turunan

Besaran pokok dan besaran turunan

Besaran pokok adalah besaran yang ditentukan lebih dulu berdasarkan kesepakatan para ahli, besaran pokok mempunyai ciri khusus diperoleh dari pengukuran langsung dan mempunyai satu satuan. besaran pokok yang paling umum ada 7 macam :

1.panjang (m)
2.massa (kg)
3.waktu (s)
4.kuat arus listrik (A)
5.intensitas cahaya (cd)
6.jumlah zat (mol)
7.suhu(K)

Besaran turunan  adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok, besaran turunan mempunyai ciri khusus diperoleh dari pengukuran langsung dan tidak langsung dan mempunyai lebih dari satu satuan.

Besaran berdasarkan arah terdiri dari 2 macam

1.besaran vektor : besaran yang mempunyai nilai dan arah
2.besaran skalar : besaran yang hanya mempunyai nilai saja

contoh :

besaran vektor :                        besaran skalar :
1.perpindahan                           1.jarak
2.kecepatan                               2.laju
3.percepatan                              3.kekuatan
4.gaya                                        4.waktu
5.momentum                             5.volume
6.kuat medan magnet                 6.usaha
7.torsi                                         7.massa

Sabtu, 26 Januari 2013

Jenis dan Macam Gaya

Jenis dan Macam Gaya

A. Gaya Tak Sentuh

Adalah gaya yang terjadi tanpa adanya sentuhan langsung dengan benda. contoh :
  1. gaya gravitasi
  2. gaya magnet
  3. gaya listrik

Jenis gaya ditinjau dari letak/ posisi gaya

1. Gaya Luar
Gaya yang bekerja pada suatu benda/ struktur . gaya luar terbagi menjadi 2, yaitu : muatan dan reaksi

2. Gaya Dalam 
Gaya yang melawan gaya yang bekerja pada suatu struktur atau gaya yang terjadi dalam suatu struktur, gaya dalam terbagi 3 :
  1. Gaya lintang : gaya yang bekerja tegak lurus sumbu
  2. Gaya normal : gaya yang bekerja sejajar sumbu
  3. Gaya momen : gaya yang menahan lentur sumbu

Pembebanan berdasarkan penyebabnya terbagi menjadi :
  1. Gaya karena berat sendiri
  2. Gaya angin
  3. Gaya gempa

Jenis Gaya berdasarkan sifatnya :
  1. Gaya mati : gaya yang selalu ada (permanen) contoh : berat rangka
  2. Gaya hidup : gaya yang sifatnya tidak permanen contoh : mobilyang lewat dijalan raya

Kamis, 17 Januari 2013

Menghitung Momen Gaya Ilmu Statika

Menghitung Momen Gaya Ilmu Statika


Pembebanan (loading) pada Konstruksi Bangunan telah diatur pada Peraturan Pembebanan Indonesia untuk gedung (PPIUG) tahun 1983. Oleh karena itu supaya lebih mendalam diharapkan peserta diklat membaca peraturan tersebut, karena dalam uraian berikut hanya diambil sebagian saja.
Ada 5 macam pembebanan yaitu :
a. Beban mati (berat sendiri konstruksi dan bagian lain yang melekat)
b. Beban hidup (beban dari pemakaian gedung seperti rumah tinggal,
kantor, tempat pertunjukkkan)
c. Beban angin (beban yang disebabkan oleh tekanan angin)
d. Beban gempa (beban karena adanya gempa)
e. Beban khusus (beban akibat selisih suhu, penurunan, susut dan
sebagainya)
Berdasarkan wujudnya beban tersebut dapat diidealisasikan sebagai (1) beban terpusat, (2) beban terbagi merata, (3) beban tak merata (beban bentuk segitiga, trapesium dsb). Beban-beban ini membebani konstruksi (balok, kolom, rangka, batang dsb) yang juga diidealisasikan sebagai garis sejajar dengan sumbunya. Beban terpusat adalah beban yang titik singgungnya sangat kecil yang dalam batas tertentu luas bidang singgung tersebut dapat  diabaikan. Sebagai contoh beban akibat tekanan roda mobil atau motor, pasangan tembok setengah batu di atas balok, beton ataupun
baja dsb. Satuan beban ini dinyatakan dalam Newton atau turunannya kilonewton (kN).









Beban merata adalah beban yang bekerja menyentuh bidang konstruksi yang cukup luas yang tidak dapat diabaikan. Beban ini dinyatakan dalam satuan Newton/meter persegi ataupun newton per meter ata u yang sejenisnya










Beban tidak merata dapat berupa beban berbentuk segitiga baik satu sisi maupun dua sisi, berbentuk trapesium dsb. Satuan beban ini dalam newton per meter pada bagian ban yang paling besar














Berikut ini dicuplikkan beberapa beban bahan bangunan menerut PPIUG 1983 halaman 11.
1.    Baja beratnya 7850 kg/m3,
2.    Batu gunung beratnya 1500 kg/m3
3.    batu pecah beratnya 1450 kg/m3,
4.    beton beratnya 2200 kg/m3,
5.    beton bertulang beratnya 2400 kg/m3,
6.    kayu kelas 1 beratnya 1000 kg/mdan
7.    pasangan bata merah 1700 kg/m3.
Contoh perhitungan beban :
Hitunglah beban yang bekerja pada balok beton bertulang ukuran 30 cm x 60 cm yang ditengah-tengahnya terdapat tembok pasangan setengah batu lebar 15 cm yang dipasang melintang dengan ukuran tinggi 3 m, panjang 4 m.
Jawaban :
Berat sendiri balok = 0.3 m x 0.6 m x 2400 kg/m3
                                  = 432 kg/m (kg/m gaya)
Gravitasi bumi         = 10 kg/msmaka beban menjadi 4320 N/m = 432 kN/m
Berat tembok sebagai beban terpusat sebesar :
= 0.15 m x 3 m x 4 m x 1700 kg/m3
= 3060 kg (kg gaya) = 30600 N = 30.6 kN










Pada konstruksi bangunan beban yang diperhitungkan bukan hanya beban mati seperti yang telah diuraikan di atas, tetapi dikombinasikan dengan beban hidup yang disebut dengan pembebanan tetap, bahkan ada kombinasi yang lain seperti dengan beban angin menjadi pembebanan sementara. Bila pada contoh di atas, balok digunakan untuk menyangga ruang rumah tinggal keluarga, maka menurut PPIUG halaman 17 besarnya beban hidup sebesar 200 kg/m2. Bila luas lantai yang dipikul balok sebesar 2 m tiap panjang balok (dalam contoh di atas beban lantai tidak dihitung) maka beban karena beban hidup adalah 200 kg/mx 2 m = 400 kg/m (kg gaya/m) = 4000 N/m = 4 kN/m. Dengan demikian beban tetap yang bekerja pada balok adalah 4,32 + 4 = 8,32 kN/m











Dilihat dari persentuhan gaya dan yang dikenai gaya, beban dapat dibedakan sebagai beban langsung dan beban tidak langsung. Beban langsung adalah beban yang langsung mengenai benda, sedang beban tidak langsung adalah beban yang membebani benda dengan perantaraan benda lain











Jenis-jenis Elemen Struktur

Jenis-jenis Elemen Struktur


Jenis-jenis elemen struktur dapat dikategorikan sebagai berikut :

1. Balok dan Kolom
Struktur yang dibentuk dengan cara meletakkan elemen kaku horisontal di atas elemen
kaku vertikal adalah struktur yang umum dijumpai. Elemen horizontal (balok) sering
disebut sebagai elemen lentur, yaitu memikul beban  yang bekerja secara transversal
dari panjangnya dan mentransfer beban tersebut ke kolom vertikal yang menumpunya.

Kolom dibebani beban secara aksial oleh balok, kemudian mentransfer beban tersebut
ke tanah. Kolom yang memikul balok tidak melentur ataupun melendut karena kolom
pada umumnya mengalami gaya aksial tekan saja.


2. Rangka
Rangka mempunyai aksi struktural yang berbeda dengan jenis balok-tiang, karena
adanya titik hubung kaku antara elemen vertikal dan elemen horisontal. Kekakuan titik
hubung ini memberikan banyak kestabilan terhadap gaya lateral. Kekakuan titik hubung
adalah salah satu dari berbagi jenis hubungan yang  ada di antara berbagai elemen
struktur.
Pada sistem rangka, baik balok maupun kolom akan melentur sebagai akibat adanya
aksi beban pada struktur.


3. Rangka Batang
Struktur rangka batang adalah struktur yang terdiri dari kumpulan elemen batang yang
disambung untuk membentuk suatu geometri tertentu sedemikian sehingga apabila diberi beban pada titik buhul (titik pertemuan antar batang) maka struktur tersebut akan
menyalurkan beban ke tumpuan melalui gaya aksial (tarik atau tekan) pada batangbatangnya.
Titik buhul dimodelkan berperilaku sebagai sambungan pin (engsel) sehingga tidak bisa
menahan atau menyalurkan momen ke batang yang lain.


4. Pelengkung
Pelengkung adalah struktur yang dibentuk oleh elemen garis yang melengkung dan
membentang di antara dua titik. Pada umumnya terdiri atas potonganpotongan kecil
yang mempertahankan posisinya akibat adanya tekanan dari beban.
Sebagai contoh dapat dilihat pada ilustrasi Gambar  3.5 (b) dan Gambar 3.12, serta
contoh jembatan pelengkung seperti terlihat pada Gambar 3.13. Contoh lain adalah
pada bangunan-bangunan modern, atau dinamakan pelengkung kaku (rigid arch).


5. Dinding dan Pelat
Dinding dan pelat datar adalah struktur kaku pembentuk permukaan. Dinding pemikul
beban biasanya dapat memikul baik beban arah vertikal maupun beban lateral (gempa,
angin dan lain-lain).
Pelat datar biasanya digunakan secara horisontal dan memikul beban sebagai lentur,
dan meneruskannya ke tumpuan. Struktur pelat biasanya terbuat dari beton bertulang
atau baja.


6. Cangkang Silindrikal dan Terowongan
Cangkang contohnya adalah struktur pelat-satu-kelengkungan. Cangkang mempunyai
bentang longitudinal dan lengkungannya tegak lurus  terhadap diameter bentang.
Cangkang dibuat dari material kaku (misalnya beton bertulang atau baja).
Terowongan berbeda dengan cangkang, yaitu struktur  berkelengkungan tunggal yang
membentang secara transversal. Terowongan dapat dipandang sebagai pelengkung
menerus.


7. Kubah dan Cangkang Bola
Kubah sangat efisien digunakan pada suatu bangunan dengan bentang besar. Tingkat
kesulitan perhitungan lebih rumit.


8. Kabel
Kabel adalah elemen struktur fleksibel. Bentuknya sangat tergantung pada besar dan
perilaku beban yang bekerja padanya. Kabel dapat digunakan pada bentang yang
panjang. Biasanya digunakan pada jembatan yang memikul dek jalan raya deserta lalu
lintas di atasnya. Sebagai contoh, dii negara Indonesia sudah dibangun beberapa
jembatan kabel.


9. Membran, Tenda dan Jaring
Membran adalah lembaran tipis dan fleksibel. Tenda  biasanya dibuat dari permukaan
membran. Bentuk yang sederhana maupun kompleks dapat dibuat dengan
menggunakan membran-membran. Jaring adalah permukaan 3D yang terbuat dari
sekumpulan kabel lengkung yang melintang. Jaring mempunyai analogi dengan kulit
membran. Dengan memungkinkan adanya lubang saringan untuk variasi sesuai
keperluan, maka sangat banyak bentuk permukaan yang dapat diperoleh. Salah satu keuntungan penggunaannya yaitu penempatan kabel dapat mencegah atap
dari getaran akibat tekanan dan isapan angin. Selain itu, gaya tarik umumnya dapat
diberikan pada kabel dengan alat  jacking  sehingga seluruh permukaan dapat
mempunyai tahanan terhadap getaran pada atap.



Bangun Rumah Baru
Pasang Partisi Kantor
Pasang Keramik Dll
Biaya Bangun Rumah
Jasa Arsitek Rumah Murah
Renovasi Rumah Minimalis
Bocoran Dak
Bocoran Talang
Rumah Bambu Atau Joglo
Instalasi Listrik
Instalasi Air
Bocoran Km Mandi
Jasa Desain Rumah
Jasa Arsitek Rumah
Kontraktor Bangunan
Jasa Gambar Rumah
Jasa Kontraktor
Bangun Rumah Murah
Kamar Mandi
Kolam Renang/Ikan
Talang Seng, Fiber
Pengecatan Rumah
Pasang/Service AC
Pasang Struktur Baja Wf
Poles Lantai Traso
Canopy & Pagar
Pengecatan Cafe
Renovasi Rumah Murah
Kontraktor Rumah
Arsitek Rumah
Jasa Arsitek
Jasa Bangun Rumah
Jasa Perbaikan Rumah
Jasa Renovasi
Jasa Renovasi Rumah Murah
Jasa Kontraktor Rumah
Jasa Desain Rumah Minimalis
Biaya Desain Rumah
Jasa Renovasi Rumah
Renovasi Rumah
Biaya Renovasi Rumah
Harga Renovasi Rumah

Tahapan Pembangunan Struktur


Ilmu statika pada dasarnya merupakan pengembangan ilmu fisika yang menjelaskan
kejadian alam sehari-hari yang berkaitan dengan gaya-gaya yang bekerja. Pada pokok
bahasan ini, dalam dunia konstruksi, pekerjaan seorang insinyur sipil secara garis besar
dapat dikategorikan sebagai berikut :

1. Bidang perencanaan (design) bangunan sipil.
2. Bidang pelaksanaan (construction) bangunan sipil.
3. Bidang perawatan/perbaikan (maintenance/repair) bangunan sipil.

Salah satu fungsi utama bangunan sipil adalah mendukung gaya-gaya yang berasal dari
beban-beban yang dipikulnya, sebagai contoh yaitu:

1. Jembatan/jalan, mendukung gaya-gaya yang berasal dari beban arus lalu lintas
yang melintasi jembatan atau jalan tersebut.
2. Dinding penahan tanah (retaining wall), berfungsi menahan gaya timbunan tanah
pada dinding retaining wall.
3. Bendung, berfungsi menampung air
4. Lantai pada gedung, berfungsi memikul beban hidup, beban mati dan beban mati
tambahan yang bekerja.

Oleh karena itu, penguasaan ilmu statika sangat membantu insinyur sipil dalam
pengambilan keputusan.

Jumat, 26 Oktober 2012

Ilmu statika dan besaran konstruksi bangunan

Ilmu statika : Ilmu yang mempelajari tentang keseimbangan gaya
Kinematika : Ilmu yang mempelajari gerak benda
Dinamika    : Ilmu yang mempelajari gerak dan penyebab benda itu bergerak

statika mencakup :
1. perhitungan stabilitas  : dilakukan agar bangunan selalu kokoh
2. perhitungan dimensi   : yang menentukan ukuran-ukuran bahan yang diperlukan
3. perhitungan kekuatan : yang dilakukan untuk memeriksa apakah pada konstruksi terjadi perubahan bentuk
4. perhitungan kontrol   : yang dilakukan dengan tujuan memeriksa apakah bangunan yang akan didirikan cukup kuat / cukup kaku terhadap beban-beban yang direncanakan.

Besaran
Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur/ dihitung dinyatakan dengan angka dan mempunyai satuan. besaran berdasarkan cara memperoleh dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :
a. Besaran fisika : besaran yang diperoleh dari pengukuran
b. Besaran non fisika : besaran yang diperoleh dari perhitungan contohnya : jumlah

besaran menurut pengelompokan dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :

a. besaran pokok : besaran yang ditentukan lebih dulu berdasarkan kesepakatan para ahli, besaran pokok mempunyai ciri khusus diperoleh dari pengukuran langsung dan mempunyai satu satuan. besaran poko yang paling umum ada 6 macam, yaitu :
1. panjang (m)
2. massa (kg)
3. waktu (s)
4. kuat arus listrik (A)
5. intensitas cahaya (cd)
6. jumlah zat (mol)

b. besaran turunan : besaran yang diturunkan dari besaran pokok, besaran turunan mempunyai ciri khusus diperoleh dari pengukuran dan tidak langsung, mempunyai satuan lebih dari satu

c. besaran berdasarkan arah

a. besaran vektor : adalah besaran yang mempunyai nilai dan arah
contoh : perpindahan, kecepatan, percepatan, gaya, momentum, kuat medan magnet, torsi
b. besaran skalar : adalah besaran yang mempunyai nilai tetapi tidak mempunyai arah
contoh : jarak, laju, kekuatan, waktu, volume, kerja/usaha, massa